Saturday, April 28, 2012

Indie Insap bukan berarti Insap jadi band Indie

Tagar #indieinsap menuai banyak respon dari pengguna Twitter, baik dari kalangan indie maupun kalangan umum.

Tidak ada maksud apa-apa dibalik gerakan #indieinsap yang dimulai 18 Maret 2012 silam, semuanya berawal dari iseng. Nyaris 8 tahun bermain musik di grup band indie galau nomer 1 se-Asia Everybody Loves Irene, setelah 4 personilnya menikah dan mempunyai anak, kami tidak serutin dulu bermain musik. Kehidupan berubah drastis karena realita memaksa untuk memilih antara kecintaan terhadap musik dan keluarga. Tentunya keluarga adalah prioritas bagi semua dan musik pun harus mengalah.

Tagar #indieinsap merupakan sebuah ironi. Ironi bagi kami yang mempunyai hasrat yang besar di dunia musik. Membuat musik bagus, menjualnya ke pasar, dan memperoleh pendapatan dari panggung adalah impian. Setelah 8 tahun, 1 rilisan Extended Play (EP), 2 album penuh, tur keliling Asia Tenggara serta penghargaan musik band indie kelas Asia ternyata tidak dapat menjamin kehidupan berumah tangga di Jakarta. Menjadi musisi indie tidak dapat pengakuan di kolom pekerjaan KTP dan jaminan dari ayah mertua untuk menikahi anak gadisnya. Realitas menggigit. Editor majalah, pegawai negeri sipil, karyawan advertising dan  promotor telepon genggam menggeser status musisi indie, inilah #indieinsap. Ironi.

 "Dulu pujangga lirik lagu, sekarang dikejar untuk nulis advertorial yg bagus #indieinsap"
Penggalan kicauan twit diatas adalah ironi perbandingan dua kehidupan yang berbeda antara kehidupan menjadi musisi dan kehidupan berkarir di dalam dunia nyata. Tidak hanya topik seputar perbandingan kehidupan, #indieinsap pun menuliskan beberapa gaya hidup yang mulai berubah.

"Dulu pake vespa biar Mods banget. mogok2 itu seninya. sekarang pasti tuh vespa dijual BU di kaskus, ganti vario #indieinsap"

#indieinsap di media cetak

Tanggal 19 Maret hingga 21 Maret 2012 lonjakan pengguna tagar #indieinsap melonjak. Bukan saya yang menuliskan, tetapi para warga twitter. Ternyata hashtag #indieinsap berhasil menjadi UGC (User Generate Content). Padahal saat itu saya pribadi tidak menyangka ada pergerakan seperti ini. Kemarin, tepat hari Kamis tanggal 26 April 2012 seseorang me-mention bahwa indie insap ada di majalah Cita Cinta. Bahkan dituliskan menjadi headline "Anak Indie Terikat Jam Kantor, Masalah Nggak?". Terima kasih ya.

Anak Indie Terikat Jam Kantor? #indieinsap

#indieinsap di Cita Cinta, foto oleh @nittonitnot

Memang berkarir menjadi musisi band indie belum dapat menjadi karir utama di Indonesia pada tahun 2012. Sekali lagi, saya memang insap dari band indie karena tuntutan kenyataan hidup, namun saya cinta musik Indonesia.

Karena sudah dinilai berhasil di media sosial twitter, kali ini mencoba agar kata kunci indie insap  dapat muncul di search engine Google, semoga dalam waktu dekat halaman ini dapat muncul di halaman depan search engine Google.co.id

1 comment:

  1. wyuuuiiiiihh.. keren diliput di media nasional...

    ReplyDelete